Startup yang ada di Indonesia

Startup yang ada di Indonesia

Kalau Anda membaca banyak berita pada media seputar teknologi, Anda pasti sering mendengar istilah startup. Setiap orang miliki definisi mereka sendiri yang beda-beda saat bahas apa itu startup, seperti layaknya main game slot online. Kebanyakan orang menganggap perusahaan startup sebagai perusahaan kecil yang baru berjalan selama berapa bulan atau tahun. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu buat kategorikan sebuah bisnis sebagai startup.

Definisi Startup

Kalau Anda coba mencari definisi kata startup di internet, Anda bakal peroleh jawaban yang beda-beda. Tapi awalnya, kata startup dipakai buat deskripsikan usaha rintisan yang biasanya bergerak pada bidang aplikasi dan teknologi. Perusahaan yang disebut sebagai startup itu ialah perusahaan yang diprediksikan bakal jadi suatu perusahaan teknologi besar di Silicon Valley.

Menurut wikipedia, startup ialah suatu usaha kewiraswastaan yang biasanya merupakan bisnis baru yang tumbuh dengan cepat dan berkembang pesat yang bertujuan buat penuhi keperluan pasar dengan mengembangkan model bisnis yang layak seputar produk, layanan, proses, ataupun platform yang inovatif. Startup biasanya merupakan perusahaan yang dirancang untuk secara efektif mengembangkan dan memvalidasi model bisnis yang skalabel. Inti dari startups sendiri umumnya terkait dengan konsep ambisi, inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan .

Biasanya, startup tawarkan produk atau jasa yang sekarang ini belum ditawarkan atau belum terlalu dikenal di pasaran. Pada awal pembentukan sebuah startup, biasanya biaya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Kebanyakan perusahaan startup biasanya disponsori sama orang lain, perusahaan lain, atau uang pinjaman bank.
Satu hal yang bisa disebut sebagai atribut sangat penting dalam suatu startup ialah skill buat bertumbuh.

Paul Graham, seorang venture capitalist dan startup accelerator, jelaskan kalau fokus suatu startup ialah pertumbuhan bisnis. Menurut Paul Graham, startup ialah suatu perusahaan yang didesain buat dapat diukur dengan cepat. Fokus dengan pertumbuhan, sebuah startup diharapkan bisa bertumbuh tanpa pedulikan lokasi geografis. Ini jugalah yang bedakan startup dengan usaha kecil.

Salah satu hal yang masih bingungkan buat banyak orang ialah perbedaan antara startup dan UKM. Sebetulnya apa yang bedakan startup dengan bisnis kecil?

Perbedaan antara Startup dan UKM

Apa saja perbedaan antara startup dan usaha kecil? Ada berapa perbedaan antara dua jenis bisnis dan berapa perbedaan penting. Saat kita mendegar kata startup, hal pertama yang biasa muncul ialah perusahaan – perusahaan teknologi Silicon Valley yang memimpin inovasi. Saat kita pikirkan usaha kecil, mungkin yang terbesit pertama kali ialah toko-toko kecil di kota yang dikelola sama sebuah keluarga.

Kenyataannya ialah kebanyakan bisnis tidak sesuai dengan stereotip ini, tapi ada di antara keduanya. Begini cara bedakan antara startup dan usaha kecil.

Pendanaan Bisnis

Kedua jenis usaha ini dapat dibedakan dengan gimana mereka dibiayai. Startup biasanya merupakan suatu perusahaan yang didukung dengan dana dari investor. Mendapatkan dana untuk startup tidaklah mudah sebab tingginya persaingan di dunia venture capitals. Anda butuh membuat pitch yang bisa menarik perhatian perusahaan venture capitals. Metrik pertumbuhan yang jelas ialah bagian besar dari mengamankan dana untuk startups. Sementara itu, UKM peroleh dana mereka dengan cara beda dari pada startups. Daripada beralih ke perusahaan venture capital, UKM bergantung pada pinjaman dari bank, teman, dan keluarga buat mendanai bisnis mereka di lapangan. Sebab usaha kecil biasanya tidak butuh merencanakan peningkatan dengan cara yang sama, tambahan putaran dana (series A, series B, dll) tidak diperlukan.

Pertumbuhan Bisnis

Pertumbuhan bisnis startup dan UKM juga merupakan salah satu perbedaan antara dua jenis usaha ini. Seperti yang sudah di katakana di atas pertumbuhan ialah salah satu karakteristik startup. Startup didesain buat alami pertumbuhan yang cepat. Tidak seperti UKM yang biasanya tidak berpartisipasi dalam putaran tambahan dana atau investasi, startup mesti peroleh investor dan pendanaan buat setiap tahap pertumbuhan yang mau mereka capai. Kebanyakan startups mulai melayani Cuma sebagian kecil dari pasaran baru kemudian kembangkan bisnis mereka sepanjang jalan. Sementara itu, UKM juga fokus pada pertumbuhan namun tidak sampai seperti startup.

UKM dibangun dengan prinsip buat hasilkan pendapatan (revenue) sebesar mungkin dari awal sambil mempertahankan pengeluaran serendah mungkin. Tidak seperti startup yang sering mengeluarkan produk atau layanan bertahap sepanjang perjalanan, UKM mungkin mulai tawarkan seluruh menu layanan atau produk mereka dari awal. Model bisnis tradisional mendorong bisnis kecil, sementara model yang berfokus pada pertumbuhan mendorong startup.

Risiko Bisnis

Tentu saja tidak ada bisnis yang tidak miliki risiko. Begitu juga dengan startup dan UKM. Namun, keduanya miliki risiko yang beda. Startup biasanya dimulai dengan kemauan pendirinya buat temukan layanan, produk, atau platform yang bisa menarik audience dan hasilkan keuntungan. Membangun produk atau layanan dari nol perlukan waktu, investasi yang besar, dan banyaknya fokus dan konsentrasi. Terkadang, bahkan sesudah seluruh masukan itu, semuanya tidak berjalan dengan lancar. Itulah kenapa startup jauh lebih berisiko daripada UKM dalam jangka panjang. UKM juga memiliki risiko namun yang membuat bisnis mereka miliki risiko yang lebih kecil dari startup ialah pendiri suatu UKM biasanya miliki model bisnis yang sudah terbukti bekerja. Selain itu, sebab usaha kecil tidak fokus pada pertumbuhan, mereka tidak miliki risiko pertumbuhan yang terlalu cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *